Sunday, August 14, 2005

PILIHAN

Sudah kau lihatkah semburat merah itu ?
Ya...... Senja itu ...
Perlahan-lahan menerpa kita
Tak kuasa menolak apalagi menghindar
Ini bukan masalah kematian
Kehidupanlah yang aku takuti
Bagai sejuta bisa dan racun
Membunuhku dalam kehidupan dan tak mati
Ya......Senja itu ....
Adalah masa depan yang menuju gelap
.................................................
Menurutmu aku harus bagaimana ?
Mati dengan tanpa kehormatan
Atau .......
Hidup dalam Kematian


...................30 Joeli 1997

AMNESIA

Kau katakan aku biru
Maka kukatakan pada semua orang , aku biru
Kau katakan aku hitam
Maka aku selalu diam dan tenang
Kau katakan aku putih
Maka aku selalu bergerak mencari gelap
Kau katakan aku hijau
Maka aku berlaku seperti pohon
Kau katakan aku anjing
Maka aku julurkan lidahku
Kau katakan aku maling
Maka aku pukuli diriku , karena aku benci maling
Kau katakan diriku ganteng
Maka tak lelah diriku melihat cermin
Kau katakan diriku aku .........
Maka aku menjadi bukan aku ....
Sampai akhirnya
Aku tak tahu siapa diriku ....

Wednesday, August 10, 2005

ADIK KECILKU ....


Sore ini adik kecilku , kau mengganggu pikiranku
Dengan langkah kecilmu , kau ikuti ibumu
Seonggok pakaian berada di kaki ibumu
Kau telanjang .....
Sesekali matamu menyorot ke otakku
Kebeningan matamu membuka rasa keterasinganku
Adik Kecilku
Apa yang ada dalam otakmu ? Pikiranmu ? Harapanmu ?
Kalau ku boleh menduga
Umurmu 3 tahun
tinggimu 75 cm
berat badanmu cuma 19 kg
Sayang kamu telanjang
Sehingga aku tak bisa menentukan jenis kelaminmu
Salam dari kakakmu


..................................... Juli 1997

MIMPI


Duapuluh tahun yang lalu
Kutinggalkan mimpiku jadi pejabat
Sepuluh tahun yang lalu
Kutinggalkan mimpiku untuk jadi orang kaya
Lima tahun yang lalu
Kutinggalkan mimpiku untuk punya pekerjaan tetap
Satu tahun yang lalu
Kutinggalkan mimpiku untuk hidup cukup
Satu bulan yang lalu
Kutinggalkan mimpiku untuk punya tempat hidup
Satu minggu yang lalu
Kutinggalkan mimpiku dapat makanan di tong sampah
Satu hari yang lalu
Kutinggalkan mimpiku untuk hidup
..........
Karena
Aku sudah terbaring kaku ....
Dengan tulisan " Mayat tak Dikenal" di tubuhku
Dimasukkan kedalam peti
Dan dikirim ke Fakultas Kedokteran UI
Untuk belajar tuan-tuan Mahasiswa


NAMAKU SONI


Namaku Soni
Nama asli : Yoyok Sunaryo
Aku lahir di Malang , 12 Mei 1967
Rambutku keriting , kulitku hitam
Tubuhku tambun berat 66kg dengan tinggi 159cm
Pada daftar tahanan bernomor 157
Nomer berkas perkara 12/POL/IX/1997
Melanggar pasal berkaitan dengan pembunuhan .
Yaaa..............................
Aku membunuh temanku
dengan sebilah pisau yang kubeli di Pasar Baru
Aku butuh darah segar ...................
Aku tak butuh uang ...................
Aku butuh darah
Kematian temanku adalah kehidupanku
Aku vampir !!!!!!!!!!
Yang terlahir kembali
..............
Engkau pasti tidak percaya
Sungguh , aku adalah vampir ...
..............
Kemarin aku bebas dari tahanan
Tapi mengapa tubuhku tetap dirantai ?
Diangkut dengan mobil menuju ke sebuah gedung
yang lamat-lamat dapat kubaca papan nama ........
RUMAH SAKIT JIWA SEMARANG
.............................

Hutan Karet , Sukadamai -Jonggol , 30 Juli 1997

Friday, August 05, 2005

SINGA


Boleh jadi aku adalah singa
Seperti kata orang yang lalu lalang di depanku
Memang kulihat tubuhku berbulu
Kulihat kemarin di kejernihan air wajahku terpantul
Beringsut mundur sejenak diriku
Melihat wajah yang begitu menakutkan
Gigiku bertaring !!!!!
Ya .....
Boleh jadi aku adalah singa
Seperti yang tertulis di depan kamarku
Akhh......
Ternyata aku hanyalah tontonan belaka
Dengan segala kepalsuan kata-kata
Singa itu tempatnya di belantara
Bukan disini ...
Ditonton dan dipamerkan kekuatannya .....


Jonggol , 2 Agustus 1997
Kota yang terlupakan ...........

TANGIS MU


Lambaian itu memuakkan hatiku
Lembut sapamu merontokkan segala kekagumanku
Jangan kau tambah usahamu itu
Sudah berapa kali aku bilang padamu
Aku tidak peduli ..........

Sekali ini saja !!
Sebelum aku membunuhmu dengan tanganku sendiri .

Aku......................
Ingin sendiri ......
Mati ....................

Dan Jangan kau jenguk aku .....
Apalagi tangis di pusaraku .......


Jonggol , 30 Juli 1997